Well, I promised myself to write on my blog only in English since my previous post. And thank you for supporting and correcting me *big big hugs*
And now I promise myself to constantly writing at least one article one day. Whatever the topic is. What may come across my mind, I'll blog it. But not about my personal life, neither about my private problems nor my household matters.
Ugh, it's always like this. When I have ideas or something 'brilliant' to write and really in the mood to do it, I'm always far apart from my notebook. Whether I'm somewhere or doing something I can't leave or postpone. But like now, when I'm definitely with my notebook, I feel like dying to write. Ideas and stories just like 'poof!' and disappear! I did the the biggest lie on earth, I always convince myself like 'okay, I don't need to write it, I remember it clearly' when I have ideas or anything to post on to my blog. Gee!
So it's enough for now. Cya tomorrow! Lol 〜( ̄▽ ̄〜)(〜 ̄▽ ̄)〜
Monday, 25 November 2013
Sunday, 17 November 2013
Move Towards What I'm Afraid The Most
Well, it's been ages since my last post *cleans up the cobweb*. No reasons required. I was sooo frikkin lazy all this time. I enjoyed my time being a silent reader. I have nothing to write. No. Actually, I wish my laptop could type what's on my mind without saying it lol.
Idk, at first I planned to write my post(s) in English. But then I felt so discouraged. I hae no confidence to write in English. I've read many articles of my friends that written in English and their English was marvelous! Reminds me of the time I took my IELTS test last year, I've got lowest mark on writing test, 4.0. Gee! And the highest mark was on speaking and listening tests, 8.0.
I never took an English course before. I just learn it from movies, songs, books, and brochure xD. Maybe it could be one of reasons why I feel like having inferiority complex. I'm afraid of using bad grammar when writing. Idk, I feel when I'm speaking the grammar just flows smoothly through my mouth. But when it comes to writing, like this post, it sure take ages just to choose the right words, check the spelling, and correct the grammar (though I'm not quite sure what I wrote is correct).
Yep, I know there's no excuse for it. As nowadays many free podcast and tutorials how to write in English well. Okay okay, I was so damn lazy! But since I've read many of Indonesian blogger write their posts in English, it keeps motivating me to start to writing, writing, and writing in English. I even couldn't sleep for these past three days figuring it out. I have to write something, or even anything, that can be understood by people around the world. It's cool if we can communicate and understand others who come from different countries and have different languages with English. English unites us! xD
Well, what I'm trying to say is, I need you to correct my article if there's any typo or misspelled, and if the way I choose the words is way too rude, etc.I'd be very happy with mind wide opened to take on it. And I myself, will also do my best to learn writing in English well and develop my writing skill. I'll move towards what I used to be afraid of. Writing. In English. I prefer British English by the way :). I just need to be motivated, not more. Because you guys, whoever you are out there that writing articles in English, are totally inspiring and encourage me the most! Because in my opinion, you are awesome! Really.
I'm about to enroll to an English course soon. I've browsed the sites, have come to the offices and asked the officers directly, and have taken lotsa brochures home. But still considering which institute I should choose according to my financial circumstances :p. Any suggestion? :)
Cheers ^^
Idk, at first I planned to write my post(s) in English. But then I felt so discouraged. I hae no confidence to write in English. I've read many articles of my friends that written in English and their English was marvelous! Reminds me of the time I took my IELTS test last year, I've got lowest mark on writing test, 4.0. Gee! And the highest mark was on speaking and listening tests, 8.0.
I never took an English course before. I just learn it from movies, songs, books, and brochure xD. Maybe it could be one of reasons why I feel like having inferiority complex. I'm afraid of using bad grammar when writing. Idk, I feel when I'm speaking the grammar just flows smoothly through my mouth. But when it comes to writing, like this post, it sure take ages just to choose the right words, check the spelling, and correct the grammar (though I'm not quite sure what I wrote is correct).
Yep, I know there's no excuse for it. As nowadays many free podcast and tutorials how to write in English well. Okay okay, I was so damn lazy! But since I've read many of Indonesian blogger write their posts in English, it keeps motivating me to start to writing, writing, and writing in English. I even couldn't sleep for these past three days figuring it out. I have to write something, or even anything, that can be understood by people around the world. It's cool if we can communicate and understand others who come from different countries and have different languages with English. English unites us! xD
Well, what I'm trying to say is, I need you to correct my article if there's any typo or misspelled, and if the way I choose the words is way too rude, etc.I'd be very happy with mind wide opened to take on it. And I myself, will also do my best to learn writing in English well and develop my writing skill. I'll move towards what I used to be afraid of. Writing. In English. I prefer British English by the way :). I just need to be motivated, not more. Because you guys, whoever you are out there that writing articles in English, are totally inspiring and encourage me the most! Because in my opinion, you are awesome! Really.
I'm about to enroll to an English course soon. I've browsed the sites, have come to the offices and asked the officers directly, and have taken lotsa brochures home. But still considering which institute I should choose according to my financial circumstances :p. Any suggestion? :)
Cheers ^^
Monday, 3 June 2013
Karena Kamu, Bagian Diriku.
Sehabis menyeruput segelas kopi hangat di tengah malam,
tanpa sengaja saya melihat sebuah kotak merah di dalam lemari adik saya. Saya buka
kotak itu. Tertegun sejenak melihat isinya. Banyak carikan kertas dimana
didalamnya terdapat tulisan tangan Almarhum Ayah saya. Setumpuk kartu identitas
dan kartu belanja juga ada di sana. Yang membuat saya terhenti sejenak adalah
sebuah amplop. Di atasnya terdapat tulisan “Tiket Pulang”. Saya hafal benar,
itu tulisan adik saya. Tentu saja di dalamnya ada uang. Tidak banyak.
Bukan, bukan soal uang itu yang ingin saya bicarakan. Jujur,
saya menuliskan ini sambil menangis. Campur aduk yang saya rasakan. Yang ingin
saya bicarakan disini adalah si pemilik uang dalam amplop itu. Ya, adik
laki-laki saya.
Adik saya itu orang yang suka menyimpan. Menyimpan harta dan
emosinya. Hemat dan teliti dalam mengelola uang. Sulit juga menebak
kepribadiannya. Bagi orang yang belum kenal dekat dengannya, mungkin adik saya
ini terkesan dingin dan cuek dengan sekelilingnya. Tapi percayalah, ketika kita
mengenalnya lebih dalam, dia ini lelaki berhati lembut dan hangat. Dia sangat
mencintai keluarganya.
Salah satunya saya, yang merasakan hangat dan lembut
hatinya. Sebagai kakak, harusnya saya memberi contoh teladan baginya. Harusnya saya
bisa diandalkan oleh adik-adik dan orangtua saya. Tetapi, saya merasakan sebaliknya.
Adik saya yang menjadi panutan untuk saya. Saya merasakan, bagaimana saya telah
mengecewakannya berkali-kali dengan keputusan dan tindakan saya selama ini. Saya
sering membuatnya marah dan ‘mengorbankan’ kebahagiaannya akibat keputusan
gegabah yang saya ambil.
Teringat, sewaktu ia kecil, saya sering memarahinya. Saya
merasa saya tidak pantas dipanggil kakak. Ia lebih banyak mengalah untuk saya,
padahal usia kami terpaut 4 tahun. Sikap saya padanya dulu sangat tidak pantas.
Saya tidak pernah mengayomi dan membimbingnya. Bahkan tak jarang saya tak
peduli padanya ketika ia sakit, terkena musibah, atau bahkan ketia ia
bermasalah dengan teman-teman sepermainannya. Saya sering merebut apa yang
telah menjadi miliknya. Tak jarang juga saya memukulnya. Bahkan dulu saya tidak
pernah mengizinkannya sekedar bersandar di pundak saya ketika ia lelah dan
mengantuk. Paling ekstrim, dulu sewaktu saya kesal padanya (padahal kalau
dipikir-pikir, itu salah saya), saya malah berharap tidak memiliki adik atau
dengan kata lain mengharapkan dia tidak pernah ada di dunia ini.
As time goes by,
saya memahami banyak hal. Mata saya terbuka lebar. Saya belajar mencintai,
berbagi, menghargai, dan tau apa itu balas budi. Saya belajar banyak dari adik
saya ini. Sedikitpun ia tidak mendendam pada saya. Tidak. Bahkan, yang saya
rasakan adalah, cintanya begitu besar untuk saya. Saya sering tidak pernah ada
untuknya, tapi ia selalu ada untuk saya. Ia tumbuh jauh lebih dewasa dan kuat
dibandingkan saya. Ia melindungi saya. Setelah semua yang saya lakukan padanya.
Bahkan sampai saat usia saya yang beranjak 23 tahun ini, pun, saya masih
membuatnya kecewa. Lantas, apa dia marah? Tidak. Begitu sabarnya ia akan sikap
saya.
Ingin rasanya malam ini saya pergi menemuinya, memeluknya,
menciumnya, berterima kasih padanya, dan meminta maaf sebesar-besarnya. Sejak
Papa kami pergi menghadap Sang Khaliq, ialah yang menjadi wali saya. Wali
dunia-akhirat. Adik saya banyak menginspirasi saya. Dia idola ketiga saya
setelah Rasulullah dan Ayah saya. Dia laki-laki luar biasa. Hebat.
Maafkan aku, Dek. Aku belum bisa mempersembahkan yang
terbaik untukmu. Maafkan aku, yang masih saja mengecewakanmu, merepotkanmu,
membuatmu marah dan sedih. Maafkan aku, yang gagal menjadi contoh yang baik
untukmu. Ketahuilah, kekuatan cintamu lah, yang membuat aku berubah. Aku banyak
belajar darimu. Aku bangga padamu. Terimakasih, untuk segala yang kamu berikan
padaku. Aku banyak berhutang padamu. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku
padamu, dan ridho akan pertemuan kita di JannahNya kelak. Kamu bagian dari
diriku, kamu salah satu sumber
kekuatanku, kamu inspirasiku. Tanpa kamu, entah bagaimana hidupku ini.
Ketika aku tidak menjadi tanggungjawabmu lagi, tetap tegur
dan ingatkan aku apabila aku salah. Aku tau, suatu saat kamu akan
menanggungjawabi wanita lain selain aku, ibu, dan adik perempuan kita. Walaupun
begitu, aku ingin kita selalu dekat. Aku ingin memperbaiki kesalahanku
terdahulu padamu. Belum terlambat, kan, kalau aku ingin berubah? Aku banyak
berhutang padamu, adikku Sayang. Dan terimakasih, kamu masih menjadi pendengar
yang baik untukku, disaat aku tak memiliki sesiapa lagi untuk bercerita.
Semoga Allah melindungimu, dimanapun kamu berada. Dan semoga
Ia senantiasa memudahkan langkahmu dalam kebaikan. Hanya doa yang dapat
kuberikan sekarang.
Aku sayang
padamu, Muhammad Adhe Putra. Selamanya.
![]() |
Medan, 03 Juni 2013, 01:27 pagi.
Sambil menikmati rintik hujan dan udara dingin
di atas tempat tidur.
Categories
family,
selfnote,
strong will
Friday, 4 January 2013
How Korean Wave Affected Me (1)
Hai haiiii~ Gw kembali lagi nih. Aseli lah bbrp minggu kemaren gw lg males-malesnya nulis. Jangan ditiru, ya. Padahal jelas2 gw tempel di dinding, per hari nulis satu artikel di blog gw. Intinya, gw ga disiplin.
Langsung aja. Gw mau berbagi cerita, belakangan ini gw kena sindrom ketagihan Running Man (RM). RM itu variety show dari Korea. Lucu, parah! Sila googling sendiri yaa apa itu RM. Muehehe.
Jadi, almost 2 minggu ini tontonan wajib gw adalah RM ini. Ga ada hari tanpa RM. Dulu sempat gw berhenti nonton dan download variety show ini. Tapi entah kenapa sekarang gw rajin lagi ngedownload ini. Ya, itung2 melepas stres. Ya intinya, tiap gw nonton RM, kadar ketegangan saraf gw menurun.
Lo bayangin aja deh, gw 2 minggu 'makanannya' itu mulu. Otomatis, gw kepengaruh. Iya, gw mulai maruk (lagi) sama yang namanya makanan korea, dan karena itu juga gw sering googling artis2 korea yang jadi guest star di tiap episod RM ini. Sampe akhirnya, malem ini, tepat disaat gw mau bikin tulisan ini, gw tersentak. Berapa jam waktuyg udah gw habiskan demi googling fakta2 artis korea, budaya korea, manajemen2 artis korea, dll ini? Dari situ gw istighfar... Padahal kan dulu gw udah sempat ninggalin ini semua T_T
Ada beberapa kesimpulan yang gw dapet dari artikel2 yg gw baca tentang Korean Wave. All the K-things ini dikemasnya ciamik pisan! Liat aja, tiap videoklip k-pop, k-drama, dan sejenisnya. Outfit yang dipake artisnya bagus2, mukanya juga pada bagus, kulitnya mulus2, bodinya juga maknyus2. Para manajemen dan team tidak segan-segan bekerja 30 jam sehari (iya, saking jor-jorannya) demi hasil yang sempurna. K-things ini akhirnya pun sukses meraih hati jutaan manusia di seluruh dunia sampai mengalahkan Western things, makanya disebut Korean Wave. Sudah pasti, biaya produksinya pun sangat tinggi. Ini bakal gw bahas di episod 2 yak :p
Karena kemasan yang ciamik dan perfect (menurut gw) itulah, banyak org yang akhirnya 'tenggelam' terbawa hanyutan gelombang itu. Biasanya, yang gw amati, ekspektasi orang2 yang mengidolakan k-things itu ketinggian dan ga sesuai realita. 85% bisa gw bilang imajiner. Bahkan gw dulu sempat merasakannya. Gw maruk sama kata2 'Oppan', dan kosakata lainnya dalam bahasa korea. Iya, gw dulu tenggelam sama apa yang gw lihat. Gw bahkan sempat mati-matian dieat dan beli produk perawatan kulit biar penampilan gw sama ky mereka, langsing dan mulus. Gila? Memang! Dan tiada hari tanpa joget2 ga jelas diiringi lagu K-pop. Geez! Ya, udah pada tau lah ya, gimana perfectnya K-things ini di layar kaca. Walopun mereka almost semuanya operasi plastik dan ga natural, tetap aja dibilang perfect oleh kebanyakan orang.
Apalagi K-drama! Sukses bikin para cewe2 dan sebagian kecil cowo, hidup dalam dunia imajinasi dan tenggelam dalam fantasi, ketinggian ekspektasi! Ga terkecuali gw dulu. Gw sampe ngoleksi beberapa foto artis korea yang cakep2 dan 'innocent' dalam cerita drama. Kebanyakan nonton K-drama, saat itu gw ngerasa hidup itu ya sekedar cinta-cintaan, makanan, dan gimana caranya dapet duit banyak biar penampilan gw bisa sempurna ky mereka! Dan gilanya lagi, gw menganggap cowo yang di K-drama yg digambarkan 'innocent' dan romantis itu adalah perfect dan patut dijadikan pasangan hidup. Gw juga pernah jatuh cinta hanya karena liat cowo2 korea itu joget2 di video klipnya dan menganggap mereka itu extremely awesome. Padahal mah biasa aja. Silly me! -.-
Singkat cerita, gw kenalan lah sama cewe korea, Yvette namanya. Akhirnya kita sering komunikasi, dan jadilah gw sama dia sahabatan sekarang. Kita sering tukar pikiran. Dan gw tentunya ga lupa nanyain tentang fakta2 korea dan ngobrolin Korean Wave ini sama dia. Dia ini orangnya realistis, dan suka baca. Pengetahuannya luas. Kalo penilaian gw, dia ini bukan tipe Korean girls in common. She's different! Dia banyak cerita tentang fakta2 korea yang disembunyikan media. Dan kenapa, dia sendiri ga suka sama K-drama dan K-pop. Padahal dia sendiri co-worker MBLAQ sebagai pemain cello dan contrabass.
Nah, berhubung gw udah ngantuk berat, disambung besok yaa. Gw bakal share apa isi percakapan gw dan Yvette dan beberapa kesimpulan yang gw dapatkan setelah mengamati dan menganalisis (gaya wooooyy) all about K-things. Kalo disambung sekarang bisa aja, cuma ntar bahasanya bakal ngalor-ngidul dan tulisan gw jadi kepanjangan. Yang ada, pada eneg bacanya. -.-
Tulisan ini gw buat semata2 untuk berbagi pengalaman pribadi, kalo bisa jadi sarana menasehati ya Alhamdulillah. Kalo ngga, yaudah bawa kalem aja toh. No offense, ya, untuk para fans kokoreaan ini. Okesip. Gw tidur dlu yak. Cya, folks! ^^
Langsung aja. Gw mau berbagi cerita, belakangan ini gw kena sindrom ketagihan Running Man (RM). RM itu variety show dari Korea. Lucu, parah! Sila googling sendiri yaa apa itu RM. Muehehe.
Jadi, almost 2 minggu ini tontonan wajib gw adalah RM ini. Ga ada hari tanpa RM. Dulu sempat gw berhenti nonton dan download variety show ini. Tapi entah kenapa sekarang gw rajin lagi ngedownload ini. Ya, itung2 melepas stres. Ya intinya, tiap gw nonton RM, kadar ketegangan saraf gw menurun.
Lo bayangin aja deh, gw 2 minggu 'makanannya' itu mulu. Otomatis, gw kepengaruh. Iya, gw mulai maruk (lagi) sama yang namanya makanan korea, dan karena itu juga gw sering googling artis2 korea yang jadi guest star di tiap episod RM ini. Sampe akhirnya, malem ini, tepat disaat gw mau bikin tulisan ini, gw tersentak. Berapa jam waktuyg udah gw habiskan demi googling fakta2 artis korea, budaya korea, manajemen2 artis korea, dll ini? Dari situ gw istighfar... Padahal kan dulu gw udah sempat ninggalin ini semua T_T
Ada beberapa kesimpulan yang gw dapet dari artikel2 yg gw baca tentang Korean Wave. All the K-things ini dikemasnya ciamik pisan! Liat aja, tiap videoklip k-pop, k-drama, dan sejenisnya. Outfit yang dipake artisnya bagus2, mukanya juga pada bagus, kulitnya mulus2, bodinya juga maknyus2. Para manajemen dan team tidak segan-segan bekerja 30 jam sehari (iya, saking jor-jorannya) demi hasil yang sempurna. K-things ini akhirnya pun sukses meraih hati jutaan manusia di seluruh dunia sampai mengalahkan Western things, makanya disebut Korean Wave. Sudah pasti, biaya produksinya pun sangat tinggi. Ini bakal gw bahas di episod 2 yak :p
Karena kemasan yang ciamik dan perfect (menurut gw) itulah, banyak org yang akhirnya 'tenggelam' terbawa hanyutan gelombang itu. Biasanya, yang gw amati, ekspektasi orang2 yang mengidolakan k-things itu ketinggian dan ga sesuai realita. 85% bisa gw bilang imajiner. Bahkan gw dulu sempat merasakannya. Gw maruk sama kata2 'Oppan', dan kosakata lainnya dalam bahasa korea. Iya, gw dulu tenggelam sama apa yang gw lihat. Gw bahkan sempat mati-matian dieat dan beli produk perawatan kulit biar penampilan gw sama ky mereka, langsing dan mulus. Gila? Memang! Dan tiada hari tanpa joget2 ga jelas diiringi lagu K-pop. Geez! Ya, udah pada tau lah ya, gimana perfectnya K-things ini di layar kaca. Walopun mereka almost semuanya operasi plastik dan ga natural, tetap aja dibilang perfect oleh kebanyakan orang.
Apalagi K-drama! Sukses bikin para cewe2 dan sebagian kecil cowo, hidup dalam dunia imajinasi dan tenggelam dalam fantasi, ketinggian ekspektasi! Ga terkecuali gw dulu. Gw sampe ngoleksi beberapa foto artis korea yang cakep2 dan 'innocent' dalam cerita drama. Kebanyakan nonton K-drama, saat itu gw ngerasa hidup itu ya sekedar cinta-cintaan, makanan, dan gimana caranya dapet duit banyak biar penampilan gw bisa sempurna ky mereka! Dan gilanya lagi, gw menganggap cowo yang di K-drama yg digambarkan 'innocent' dan romantis itu adalah perfect dan patut dijadikan pasangan hidup. Gw juga pernah jatuh cinta hanya karena liat cowo2 korea itu joget2 di video klipnya dan menganggap mereka itu extremely awesome. Padahal mah biasa aja. Silly me! -.-
Singkat cerita, gw kenalan lah sama cewe korea, Yvette namanya. Akhirnya kita sering komunikasi, dan jadilah gw sama dia sahabatan sekarang. Kita sering tukar pikiran. Dan gw tentunya ga lupa nanyain tentang fakta2 korea dan ngobrolin Korean Wave ini sama dia. Dia ini orangnya realistis, dan suka baca. Pengetahuannya luas. Kalo penilaian gw, dia ini bukan tipe Korean girls in common. She's different! Dia banyak cerita tentang fakta2 korea yang disembunyikan media. Dan kenapa, dia sendiri ga suka sama K-drama dan K-pop. Padahal dia sendiri co-worker MBLAQ sebagai pemain cello dan contrabass.
Nah, berhubung gw udah ngantuk berat, disambung besok yaa. Gw bakal share apa isi percakapan gw dan Yvette dan beberapa kesimpulan yang gw dapatkan setelah mengamati dan menganalisis (gaya wooooyy) all about K-things. Kalo disambung sekarang bisa aja, cuma ntar bahasanya bakal ngalor-ngidul dan tulisan gw jadi kepanjangan. Yang ada, pada eneg bacanya. -.-
Tulisan ini gw buat semata2 untuk berbagi pengalaman pribadi, kalo bisa jadi sarana menasehati ya Alhamdulillah. Kalo ngga, yaudah bawa kalem aja toh. No offense, ya, untuk para fans kokoreaan ini. Okesip. Gw tidur dlu yak. Cya, folks! ^^
Love,
@listysoesilo
Categories
Korea.,
Korean Wave,
listysoesilo,
Running Man
Wednesday, 19 December 2012
New Best Friend
Hello, hello :)
Udah lama banget gw ga ngepost, ya. Biasalah, penyakit M dateng lagi. Malas. Wkwkwkwk.
Ga tau, deh, yaa. Belakangan ini gue lagi maruk banget sama yang namanya pertemanan. Yep, gue kemaren kan udah ngepost tentang sohib (aseeekk) baru gw yg dari Selandia Baru. Sekarang gw mau ngepost lagi tentang sahabat baru gue. Namanya Ala. Dia sih aslinya dari Tunisia. Tapi doski turunan Perancis, boo'. Doi ini native speaker Bahasa Arab dan Perancis. English skill-nya juga oke. Anaknya cakep. She's a visual kei girl, inspired by the J-Rock bands. Anaknya juga smart, jago main gitar, dan asik banget diajak ngobrol.
Yaudah, nih gw kasi bonus fotonya. Langsung aja, cekidoooottt. xD
Udah lama banget gw ga ngepost, ya. Biasalah, penyakit M dateng lagi. Malas. Wkwkwkwk.
Ga tau, deh, yaa. Belakangan ini gue lagi maruk banget sama yang namanya pertemanan. Yep, gue kemaren kan udah ngepost tentang sohib (aseeekk) baru gw yg dari Selandia Baru. Sekarang gw mau ngepost lagi tentang sahabat baru gue. Namanya Ala. Dia sih aslinya dari Tunisia. Tapi doski turunan Perancis, boo'. Doi ini native speaker Bahasa Arab dan Perancis. English skill-nya juga oke. Anaknya cakep. She's a visual kei girl, inspired by the J-Rock bands. Anaknya juga smart, jago main gitar, dan asik banget diajak ngobrol.
Yaudah, nih gw kasi bonus fotonya. Langsung aja, cekidoooottt. xD
Gimanaaa? Cakep, kaaaann? :)) Kalo gw cowo, udah naksir kali gue sama tu bocah -_-
Jadi, ceritanya kita kenalan di website pertukaran bahasa gitu. Ga tau deh, kayanya gue dluan yang nyamperin dia. Terus ngobrol2 lah kita. Bisa lo tebak, gue dan dia sukses banget ngebangun awkward situations between us! Yah namanya kita ngobrol via message gitu. Sering banget kehabisan topik pembicaraan. Hahahaha.
Gue sama dia sama-sama fans berat segala yang berbau jejepangan. Mulai dari selera musik, visual kei style, dorama, dan kita tuh sama-sama lagi belajar bahasa jepang. Gue kira awalnya ni anak dari Jepang. Soalnya dia nulis asalnya dari Jepang di website itu. Tapi ternyata dia dari Tunisia. Gue kira dia ga bangga sama negaranya dan identitasnya sebagai warga negara Tunisia. Tapi setelah gue ngobrol sama dia, gue tau kenapa dia 'memalsukan' asal negaranya. Gomene, gue ga bisa jabarkan. It's her privacy that I have to keep :)
Akhirnya, kita berdua memutuskan untuk ngobrol langsung via Skype. Kita video chat, doooonngg. Haha. Pas gue ngobrol sama dia... Meeeeenn, anaknya asik banget nget nget nget!! Dia juga chatty dan punya banyak bahan obrolan. Jadi kita ngobrol pun enak jadinya. Rame, deh! :D
Waktu ngobrol ama dia, gue bisa ngerasa lepas. Ga tau deh, padahal baru banget kita kenal. Tapi gue langsung nyaman ngobrol ama dia. Gue bisa bebas lepas ngobrol ama dia. Beberapa kali kita ngobrol via Skype itu. Suasananya selalu hidup. Dan kita tuh kalo ngobrol bisa ampe 3 jam, dan itu ga sadar aja tau2 udah 3 jam ngobrol! XD
Pas kenalan ama ni bocah, gue udah mikir ni orang rada gimanaaa gitu dengan tampilannya yg kaya gitu. Tapi aslinya, kebalikan! GUBRAK!! Hahahahaha. Dan gw juga mikir, aneh banget dia mau ngobrol ama gue. Anaknya aslinya tertutup, ga mau ngobrol lewat video dengan orang asing, bahkan dengan cewe. Tapi pas sama gue, gue ajak video chat, dia langsung manut! Dia juga bilang, dia heran kenapa mau pidiocall ama gue. Muahahahaha.
You know what, folks? Hape gue sama dia samaan! Wkwkwkwk. Jadilah gue tanya dia pake aplikasi LINE atau nggak. Ternyata dia make. Jadilah kita bertukar ID dan ngobrol2 dari sonoh. Gue suka sama dia. Anaknya straight to the point, ga bertele-tele. Langsung jleb kalo ngomong, tapi jujur. Gue lebih seneng sama orang kaya gitu. Dan baru sama dia, orang yg gue temuin di dunia maya, yang bisa buat gue nyaman dan bisa gue percaya. Kata-katanya dia rada sarkas. Tapi meaning-nya ngena banget. Anaknya apa adanya banget. Bahkan kita vidchat dengan muka yg 'ngga banget' deh. Ga ada malu2nya. Hahahaha.
Fix. Gue akhirnya nemu sahabat dunia maya. Kalo udah gue bilang sahabat, berarti apapun siap gue bagi bareng dia. Dan waktu gue ngeliat dia, gue tuh kaya ngeliat diri gue yg dulu. Yeah yeah, I was a visual kei-styled as well. Dan baru sama dia, gue berani video chat sama orang asing tanpa pake hijab, karena gue percaya sama dia. Gayanya doang kaya gitu. Aslinya, mah, baik banget. And she's insane! For real! :p
Oi, Ala. Gue cuma berharap kita bisa ketemuan langsung suatu saat, kalo bisa sambil nongki-nongki cantik juga, dooonngg. Dan gue juga doain supaya impian lo ke Jepang bisa kesampean. Lagian gue juga mau ambil S-2 di sana, sih. Muahahaha. Yang terpenting, gue harap kita bisa longlast sahabatan, yaaaa. Akhirnya, setelah sekian bulan gue ga nemu orang yang 'klik' buat diajak ngobrol dan ngelatih kemampuan Bahasa Inggris, gue dipertemukan Allah dengan lo. Gue bisa bebas jadi diri gue didepan lo bahkan waktu pertama kali kita ngobrol. Yaaa yaaa, gue punya masalah pribadi sama orang2 baru. Kebanyakan mereka ekspektasinya ketinggian waktu ngeliat gue, jadi gue harus berperilaku sesuai dengan apa yang mereka harapkan -_____-
Sebenernya banyak banget cerita yang mau gue tulis tentang ni bocah, dan kisah gue bareng dia. Hahahaha. Kok kesannya kaya gue sama dia itu couple. -_-
Alhamdulillaah, yaa Allah. Disaat aku jengah dengan orang-orang monoton dan close-minded disekitarku, Engkau mempertemukannya dengan ku. Mahasuci Engkau yang mengatur pertemuan hamba-hambaMu tanpa bisa ku duga. Semoga Engkau terus menjaganya disana, memudahkan urusannya, dan menjaga agar ikatan persahabatan ini long lasting 'til eternity~
Aamiin.
Love,
@listysoesilo
Categories
ala419,
Best friends,
Cyber friendship,
international friendship.,
listysoesilo
Wednesday, 5 December 2012
New Friend
Huallo minnaaaaaaaa *lambai-lambai*.. Apa kabar? Wkwkwkwk basa-basi gitu gw. Hmmm udah lama juga ya gw ga nulis. Kalo gw lama vakum, tandanya lagi males atau lg ga pas aja mood-nya :p
Sesuai dengan judul, gw kali ini mau cerita tentang itu. Gw punya temen baru. Biasalah, ketemu di dunia maya. Hahaha XD
Dia asalnya dari New Zealand. Tadaaaaaaaaaaa.. Perkenalkan, Logan Scott Cameron! yay! *tiup terompet*
Kenapa gw exciting ceritain tentang dia? Soalnya anaknya itu cute, lucu, dan baik banget. Yaa, lo pada tau kan kalo bahasa inggris gw tu skill nya NGGA BANGET! Dan beberapa kali gw kirim message ke dia, dia itu dengan senang hati ngebantu perbaiki grammar gw. Jarang banget orang kaya gitu gw temuin. Biasanya, kan, yang ada tuh istilah "ah, ni anak ga bisa ngomong English, udah ah tinggalin". Dia itu juga udah ngebantu gw perbaiki profile gw di salah sati jejaring sosial. Gw kenal dia baru, kok. Belum nyampe sebulanan lah. Penasaran liat mukanya? Ini gw kasi satu fotonya yaa (Hey Logan. Sorry for uploading it without asked for your permission :p)
Gimana? Cute, kan? Rada creepy juga sih anaknya kadang-kadang. Haha. Gw tadinya mau nyomot foto dia yang lagi pose "creepy smile", tapi ga jadi.
Si Logan ini umurnya masih 20 tahun. Beberapa temen internasional gw yang usianya sekitar segitu, masih rada labil dan kalo ngebuat tulisan itu, isinya kebanyakan curhat dan ga penting beeeeuuuddd buat dibaca. Tapi ni bocah lain. Dia suka ngebagi tulisan yg isinya pengetahuan. Tentang grammar dalam bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, dan sedikit Tagalog. Dia ini juga suka baca. Mungkin buku-buku itu yang menjadikan dia cenderung lebih stabil dibandingkan temen-temen inter yg gw kenal. Could be :) Ah, ya. Dia itu juga punya semangat belajar yang tinggi :)
Satu hal lagi yang bikin tambah nilai plus dia dimata gw, adalah, dia ini ga suka party gitu (setau gw) dan ga suka gonta-ganti girlfriend easily. Dan dia itu suka banget ama perempuan tembem! Anaknya ga rasis, asik diajak ngobrol. Yaaa walaupun kadang gw kehabisan topik kalo ngobrol ama ni bocah. Kalo udah saling diem-diem gitu, ntar dia pasti kirim pesan "Oi, ajak gw ngobrol dong!", kira-kira gitu :p
Dia itu bener-bener ngehargain yang namanya temen tanpa pandang ras, suku, agama, dan bahkan negara. Salah satu yg bikin gw nyaman ngobrol ama dia, dia itu bahasanya sopan kalo ke gw. Mungkin karena baru kenal kali, ya, dan mungkin juga karena gw berhijab jadi dia ngejaga manner-nya. Tapi gw tau bahasanya dia kalo lagi ngobrol ama temen deketnya. Beda banget. Bersyukur deh itu kata-kata kaga dilontarin ke gw. Bisa sioookkk anak mudanya! Wkwkwkwkwk :p
Gw sama dia tiap hari ngobrol via message jejaring sosial itu. Seingat gw, ga pernah sekalipun kita skip tanpa message sesama. Halah. Ni anak sih bilangnya kalo ada yang tiba-tiba ga ngobrol ama dia sebulan tanpa pamit, tanpa permisi, dia ga bakal mau lagi ngobrol ama orang itu bahkan kalo orang itu ngajak ngobrol lagi. Serem aja, bang! (-____-")
Tapi ya, gw sih nangkepnya dia ngejaga temen, kan. Ga sekedar ngoleksi jumlah teman tapi juga menjaga kualitas hubungan sesama. How sweet!
Untuk sekarang ini, gw belum jadi best friend-nya dia. Tapi gw berharap suatu saat kita bisa sahabatan dan meet up someday :)
Sekarang ini, gw ngerasa enjoy jadi muridnya dan dia jadi tutor English gw. At least, dia udah jadi orang yang bermanfaat buat gw. Dia juga bermanfaat untuk orang lain dengan tulisan-tulisannya. Dia, masih muda, bebas, dan dewasa! :)
Hey, Logan! Gw tau lo pasti ga akan ngerti tulisan gw. Haha. Saat ini gw cuma bisa berharap Tuhan ngejaga lo, terus menjaga lo dalam keadaan sehat, dan memberi kemudahan untuk segala urusan lo, daaaaann... SUKSES, YA!! Semoga kita bisa jadi temen baik dan longlast.
Sesuai dengan judul, gw kali ini mau cerita tentang itu. Gw punya temen baru. Biasalah, ketemu di dunia maya. Hahaha XD
Dia asalnya dari New Zealand. Tadaaaaaaaaaaa.. Perkenalkan, Logan Scott Cameron! yay! *tiup terompet*
Kenapa gw exciting ceritain tentang dia? Soalnya anaknya itu cute, lucu, dan baik banget. Yaa, lo pada tau kan kalo bahasa inggris gw tu skill nya NGGA BANGET! Dan beberapa kali gw kirim message ke dia, dia itu dengan senang hati ngebantu perbaiki grammar gw. Jarang banget orang kaya gitu gw temuin. Biasanya, kan, yang ada tuh istilah "ah, ni anak ga bisa ngomong English, udah ah tinggalin". Dia itu juga udah ngebantu gw perbaiki profile gw di salah sati jejaring sosial. Gw kenal dia baru, kok. Belum nyampe sebulanan lah. Penasaran liat mukanya? Ini gw kasi satu fotonya yaa (Hey Logan. Sorry for uploading it without asked for your permission :p)
Gimana? Cute, kan? Rada creepy juga sih anaknya kadang-kadang. Haha. Gw tadinya mau nyomot foto dia yang lagi pose "creepy smile", tapi ga jadi.
Si Logan ini umurnya masih 20 tahun. Beberapa temen internasional gw yang usianya sekitar segitu, masih rada labil dan kalo ngebuat tulisan itu, isinya kebanyakan curhat dan ga penting beeeeuuuddd buat dibaca. Tapi ni bocah lain. Dia suka ngebagi tulisan yg isinya pengetahuan. Tentang grammar dalam bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, dan sedikit Tagalog. Dia ini juga suka baca. Mungkin buku-buku itu yang menjadikan dia cenderung lebih stabil dibandingkan temen-temen inter yg gw kenal. Could be :) Ah, ya. Dia itu juga punya semangat belajar yang tinggi :)
Satu hal lagi yang bikin tambah nilai plus dia dimata gw, adalah, dia ini ga suka party gitu (setau gw) dan ga suka gonta-ganti girlfriend easily. Dan dia itu suka banget ama perempuan tembem! Anaknya ga rasis, asik diajak ngobrol. Yaaa walaupun kadang gw kehabisan topik kalo ngobrol ama ni bocah. Kalo udah saling diem-diem gitu, ntar dia pasti kirim pesan "Oi, ajak gw ngobrol dong!", kira-kira gitu :p
Dia itu bener-bener ngehargain yang namanya temen tanpa pandang ras, suku, agama, dan bahkan negara. Salah satu yg bikin gw nyaman ngobrol ama dia, dia itu bahasanya sopan kalo ke gw. Mungkin karena baru kenal kali, ya, dan mungkin juga karena gw berhijab jadi dia ngejaga manner-nya. Tapi gw tau bahasanya dia kalo lagi ngobrol ama temen deketnya. Beda banget. Bersyukur deh itu kata-kata kaga dilontarin ke gw. Bisa sioookkk anak mudanya! Wkwkwkwkwk :p
Gw sama dia tiap hari ngobrol via message jejaring sosial itu. Seingat gw, ga pernah sekalipun kita skip tanpa message sesama. Halah. Ni anak sih bilangnya kalo ada yang tiba-tiba ga ngobrol ama dia sebulan tanpa pamit, tanpa permisi, dia ga bakal mau lagi ngobrol ama orang itu bahkan kalo orang itu ngajak ngobrol lagi. Serem aja, bang! (-____-")
Tapi ya, gw sih nangkepnya dia ngejaga temen, kan. Ga sekedar ngoleksi jumlah teman tapi juga menjaga kualitas hubungan sesama. How sweet!
Untuk sekarang ini, gw belum jadi best friend-nya dia. Tapi gw berharap suatu saat kita bisa sahabatan dan meet up someday :)
Sekarang ini, gw ngerasa enjoy jadi muridnya dan dia jadi tutor English gw. At least, dia udah jadi orang yang bermanfaat buat gw. Dia juga bermanfaat untuk orang lain dengan tulisan-tulisannya. Dia, masih muda, bebas, dan dewasa! :)
Hey, Logan! Gw tau lo pasti ga akan ngerti tulisan gw. Haha. Saat ini gw cuma bisa berharap Tuhan ngejaga lo, terus menjaga lo dalam keadaan sehat, dan memberi kemudahan untuk segala urusan lo, daaaaann... SUKSES, YA!! Semoga kita bisa jadi temen baik dan longlast.
Love,
@listysoesilo
Categories
friends,
international friendship.,
New Zealand,
penpals
Monday, 26 November 2012
Thank God I'm OUT
Jadi ceritanya kemarin (25/11), saya 'disidang' teman-teman sekosan karena ulah kucing saya. Iya, si Chibi. Berapa kali si Chibi ini loss dari pengawasan saya. Misal, pas saya pergi ke luar kota dan ditinggal di kamar. Ternyata pas saya kembali ternyata dia di luar kamar. Ya, saya kaget! Dia ternyata keluar dari lobang ventilasi pintu kosan. Caranya? Manjat baju saya yang digantung di pintu. Bah! Jadi, berulah lah dia dengan pup dan pip sembarangan di kosan. Dan berapa kali gw harus beresin.
Okay, singkatya kemarin nih si Chibi pup di sapu kosan. Temen sekosan gw manggil dan nyuruh bersihin itu sapu. Cuma karena gw lagi sibuk, gw bilang 'iya ntar gw bersihin', dan emang akhirnya gw bersihin. Berlangsunglah 'sidang' itu. Akhirnya 'muntah' tuh mereka-mereka tentang gw. Sampe soal tulisan saya yang minta bayar uang gas yang saya tempel di pintu dapur kosan, dll. Semua lah.
Tadinya saya menerima banget uneg-uneg mereka dan sepintas menyesal ternyata selama ini saya tanpa sengaja mendzolimi saudara-saudara saya di kosan ini. Tapi setelah mereka menyampaikan dengan bahasa yang, kalau kata saya, tidak berpendidikan, saya jadi pengen nangis! Sedih rasanya, sekaliber mahasiswa menyampaikan sesuatu dengan bahasa yg tidak lebih baik daripada orang yang tidak berpendidikan sekalipun. MAHASISWA, loh! Tonggak perubahan bangsa! Tapi ya bicara aja masih kurang santun.
Saya akui saya salah, tapi saya ga suka dengan 'intimidasi terselubung' dibalik kalimat-kalimat yang diucapkan. Kesannya seperti memojokkan. Saya bisa membaca, ada kepuasan pribadinya apabila ia berhasil memojokkan orang yang bersalah. Untuk kepentingan mereka, mereka sampaikan dalil-dalil Islam. Tapi gitu saya sampaikan 'kepentingan' saya, mereka membantahnya! Bahkan sampai detik ini himbauan saya tidak diindahkan. Saat saya tanya solusi yg baik dengan cara baik-baik, malah jawaban dangkal yang saya terima; "ya itu urusan lo. Mana gw tau. Lo pikirin sendiri lah!", begitu kira-kira jawaban yang saya dapatkan. Dangkal, kan? Sangat disayangkan!
Well, the things is, saya dulu seperti mereka. Saya akui. Saya dulu arogan, suka menatap orang dengan tatapan mengintimidasi, tidak mau mendengar, dan nyolot. Saya juga dulu seperti mereka. Merasa bangga dengan kehidupan 'modern', life-style yg hedon dan seperti orang kebanyakan, dan terlalu blak-blakan sampai tidak memikirkan perasaan lawan bicara saya akibat lisan yang saya lontarkan.
Saya dulu senang memamerkan aurat pada yang bukan mahram saya, kepada semua orang. Terlibat pergaulan yang diharamkan dalam Islam. Ya, itulah saya dulu. Saya melihat cerminan diri saya yang dulu ada pada mereka. "Ternyata begini, ya, saya dulu", batin saya dalam hati. Ya, menyakitkan! Menyakitkan ketika diingatkan dalam kebaikan namun dengan kata-kata yang tidak hasan. Menyakitkan, berbicara sambil melihat aurat terbuka kemana-mana. Menyakitkan rasanya diintimidasi dan diinterupsi. Oh, begini rasanya. Sakit.. Sakit.. Bahkan air mata ini tak berhenti mengalir sampai tengah malam.
Singkatnya, saya berfikir ada saja cara Allah menegur hambaNya. Mulai dari memberi kenikmatan sampai kepahitan. Hanya orang-orang berakal jernih yang bisa mengambil hikmahnya. Setelah selesai dengan mereka, saya menangis di kamar, sendiri. Saya banyak merenung. Satu sisi saya menangisi diri sendiri karena banyak mendzolimi orang dengan sikap saya yang dulu. Disatu sisi lain saya sedih dengan mereka. Mereka itu ummat Nabi Muhammad, tapi lisan, pola sikap, dan pola hidupnya jauh dari Islam. Saya tidak menjudge mereka. Tapi, hey, ayolah, semua juga tau kok bagaimana seharusnya seorang yang bertuhankan Allah dan mengakui Muhammad Saw sebagai RasulNya seharusnya bersikap dan menjalani hidupnya.
Terimakasih, Allah. Engkau mengeluarkanku dari jalan yang dulu ku kira menyenangkan. Kau keluarkan aku dari alam kegelapan, yang kusangka dahulu itu adalah jalan yang terang-benderang. Kau bukakan mata, hati, telinga, dan akal ini untuk menerima ayat-ayatMu, sementara aku lihat orang-orang disekitarku terus melakukan penyanggahan kalamMu dan dibutakan oleh nafsu. Terimakasih, ya Allah, Kau guru terbaikku. Kau berikan aku pelajaran berharga dibalik senang dan sedihku. Terimakasih, ya Allah, I'M OUT of that way, that wrong way to reach the real happiness.
Dari sini saya belajar, seorang Muslim yang jauh dari agamanya, akan rusak TOTAL. Ya, TOTAL! Standar hidupnya tidak jelas, aturan hidupnya semau gue, dan gampang labil emosinya. Karena saya dulu pun seperti itu, makanya saya berani komentar. Sikap saya dahulu jauh dari kata menyenangkan. Lama 'bertelur' dalam dunia hitam. Bahkan sempat menjadi seorang deisme atau lebih dikenal dengan istilah agnostic. Ketika saya jauh dari agama saya, perlahan tapi pasti, keimanan mulai terkikis. Ketika saya menjadi seorang deisme, saya berpendapat bodoh sekali orang-orang di dunia ini yang percaya agama dan dibutakan oleh false faith. Tapi Alhamdulillah, I'M OUT OF THAT WAY, too! Ah, masalah ini akan saya bahas di postingan berikutnya.
Intinya, ketika kita mengingatkan orang dalam kebaikan, siapapun dia, gunakanlah lisan yang baik. Karena lisan jauh lebih tajam dibandingkan belati dan paku. Siapapun lawan bicara kita, pikir matang-matang dan pertimbangkan perasaannya jika kita menggunakan kata-kata yang terlalu nyablak, apalagi sarkas. Saya pun masih belajar untuk menjaga lisan. Saya pun bukan manusia sempurna. Saya masih sering berbuat kesalahan. Saya bisa klaim diri saya sudah lebih dekat pada Allah dibandingkan saya yang dulu, bukan dibandingkan orang lain. Saya bukan cenayang yang bisa membaca isi fikiran seseorang dan mampu menebak isi hatinya. Apabila saya ada salah, tegur saya. Jangan biasakan membicarakan dibelakang. Bicarakan face-to-face, kalau memang merasa manusia berakal.
Okay, singkatya kemarin nih si Chibi pup di sapu kosan. Temen sekosan gw manggil dan nyuruh bersihin itu sapu. Cuma karena gw lagi sibuk, gw bilang 'iya ntar gw bersihin', dan emang akhirnya gw bersihin. Berlangsunglah 'sidang' itu. Akhirnya 'muntah' tuh mereka-mereka tentang gw. Sampe soal tulisan saya yang minta bayar uang gas yang saya tempel di pintu dapur kosan, dll. Semua lah.
Tadinya saya menerima banget uneg-uneg mereka dan sepintas menyesal ternyata selama ini saya tanpa sengaja mendzolimi saudara-saudara saya di kosan ini. Tapi setelah mereka menyampaikan dengan bahasa yang, kalau kata saya, tidak berpendidikan, saya jadi pengen nangis! Sedih rasanya, sekaliber mahasiswa menyampaikan sesuatu dengan bahasa yg tidak lebih baik daripada orang yang tidak berpendidikan sekalipun. MAHASISWA, loh! Tonggak perubahan bangsa! Tapi ya bicara aja masih kurang santun.
Saya akui saya salah, tapi saya ga suka dengan 'intimidasi terselubung' dibalik kalimat-kalimat yang diucapkan. Kesannya seperti memojokkan. Saya bisa membaca, ada kepuasan pribadinya apabila ia berhasil memojokkan orang yang bersalah. Untuk kepentingan mereka, mereka sampaikan dalil-dalil Islam. Tapi gitu saya sampaikan 'kepentingan' saya, mereka membantahnya! Bahkan sampai detik ini himbauan saya tidak diindahkan. Saat saya tanya solusi yg baik dengan cara baik-baik, malah jawaban dangkal yang saya terima; "ya itu urusan lo. Mana gw tau. Lo pikirin sendiri lah!", begitu kira-kira jawaban yang saya dapatkan. Dangkal, kan? Sangat disayangkan!
Well, the things is, saya dulu seperti mereka. Saya akui. Saya dulu arogan, suka menatap orang dengan tatapan mengintimidasi, tidak mau mendengar, dan nyolot. Saya juga dulu seperti mereka. Merasa bangga dengan kehidupan 'modern', life-style yg hedon dan seperti orang kebanyakan, dan terlalu blak-blakan sampai tidak memikirkan perasaan lawan bicara saya akibat lisan yang saya lontarkan.
Saya dulu senang memamerkan aurat pada yang bukan mahram saya, kepada semua orang. Terlibat pergaulan yang diharamkan dalam Islam. Ya, itulah saya dulu. Saya melihat cerminan diri saya yang dulu ada pada mereka. "Ternyata begini, ya, saya dulu", batin saya dalam hati. Ya, menyakitkan! Menyakitkan ketika diingatkan dalam kebaikan namun dengan kata-kata yang tidak hasan. Menyakitkan, berbicara sambil melihat aurat terbuka kemana-mana. Menyakitkan rasanya diintimidasi dan diinterupsi. Oh, begini rasanya. Sakit.. Sakit.. Bahkan air mata ini tak berhenti mengalir sampai tengah malam.
Singkatnya, saya berfikir ada saja cara Allah menegur hambaNya. Mulai dari memberi kenikmatan sampai kepahitan. Hanya orang-orang berakal jernih yang bisa mengambil hikmahnya. Setelah selesai dengan mereka, saya menangis di kamar, sendiri. Saya banyak merenung. Satu sisi saya menangisi diri sendiri karena banyak mendzolimi orang dengan sikap saya yang dulu. Disatu sisi lain saya sedih dengan mereka. Mereka itu ummat Nabi Muhammad, tapi lisan, pola sikap, dan pola hidupnya jauh dari Islam. Saya tidak menjudge mereka. Tapi, hey, ayolah, semua juga tau kok bagaimana seharusnya seorang yang bertuhankan Allah dan mengakui Muhammad Saw sebagai RasulNya seharusnya bersikap dan menjalani hidupnya.
Terimakasih, Allah. Engkau mengeluarkanku dari jalan yang dulu ku kira menyenangkan. Kau keluarkan aku dari alam kegelapan, yang kusangka dahulu itu adalah jalan yang terang-benderang. Kau bukakan mata, hati, telinga, dan akal ini untuk menerima ayat-ayatMu, sementara aku lihat orang-orang disekitarku terus melakukan penyanggahan kalamMu dan dibutakan oleh nafsu. Terimakasih, ya Allah, Kau guru terbaikku. Kau berikan aku pelajaran berharga dibalik senang dan sedihku. Terimakasih, ya Allah, I'M OUT of that way, that wrong way to reach the real happiness.
Dari sini saya belajar, seorang Muslim yang jauh dari agamanya, akan rusak TOTAL. Ya, TOTAL! Standar hidupnya tidak jelas, aturan hidupnya semau gue, dan gampang labil emosinya. Karena saya dulu pun seperti itu, makanya saya berani komentar. Sikap saya dahulu jauh dari kata menyenangkan. Lama 'bertelur' dalam dunia hitam. Bahkan sempat menjadi seorang deisme atau lebih dikenal dengan istilah agnostic. Ketika saya jauh dari agama saya, perlahan tapi pasti, keimanan mulai terkikis. Ketika saya menjadi seorang deisme, saya berpendapat bodoh sekali orang-orang di dunia ini yang percaya agama dan dibutakan oleh false faith. Tapi Alhamdulillah, I'M OUT OF THAT WAY, too! Ah, masalah ini akan saya bahas di postingan berikutnya.
Intinya, ketika kita mengingatkan orang dalam kebaikan, siapapun dia, gunakanlah lisan yang baik. Karena lisan jauh lebih tajam dibandingkan belati dan paku. Siapapun lawan bicara kita, pikir matang-matang dan pertimbangkan perasaannya jika kita menggunakan kata-kata yang terlalu nyablak, apalagi sarkas. Saya pun masih belajar untuk menjaga lisan. Saya pun bukan manusia sempurna. Saya masih sering berbuat kesalahan. Saya bisa klaim diri saya sudah lebih dekat pada Allah dibandingkan saya yang dulu, bukan dibandingkan orang lain. Saya bukan cenayang yang bisa membaca isi fikiran seseorang dan mampu menebak isi hatinya. Apabila saya ada salah, tegur saya. Jangan biasakan membicarakan dibelakang. Bicarakan face-to-face, kalau memang merasa manusia berakal.
Love,
@listysoesilo
Categories
lisan,
listysoesilo,
nasihat.,
selfnote
Subscribe to:
Comments (Atom)


