Monday, 3 June 2013

TweetThis Button

Karena Kamu, Bagian Diriku.

Diposkan oleh Unknown di 01:46 0 komentar


Sehabis menyeruput segelas kopi hangat di tengah malam, tanpa sengaja saya melihat sebuah kotak merah di dalam lemari adik saya. Saya buka kotak itu. Tertegun sejenak melihat isinya. Banyak carikan kertas dimana didalamnya terdapat tulisan tangan Almarhum Ayah saya. Setumpuk kartu identitas dan kartu belanja juga ada di sana. Yang membuat saya terhenti sejenak adalah sebuah amplop. Di atasnya terdapat tulisan “Tiket Pulang”. Saya hafal benar, itu tulisan adik saya. Tentu saja di dalamnya ada uang. Tidak banyak.
Bukan, bukan soal uang itu yang ingin saya bicarakan. Jujur, saya menuliskan ini sambil menangis. Campur aduk yang saya rasakan. Yang ingin saya bicarakan disini adalah si pemilik uang dalam amplop itu. Ya, adik laki-laki saya. 

Adik saya itu orang yang suka menyimpan. Menyimpan harta dan emosinya. Hemat dan teliti dalam mengelola uang. Sulit juga menebak kepribadiannya. Bagi orang yang belum kenal dekat dengannya, mungkin adik saya ini terkesan dingin dan cuek dengan sekelilingnya. Tapi percayalah, ketika kita mengenalnya lebih dalam, dia ini lelaki berhati lembut dan hangat. Dia sangat mencintai keluarganya.
Salah satunya saya, yang merasakan hangat dan lembut hatinya. Sebagai kakak, harusnya saya memberi contoh teladan baginya. Harusnya saya bisa diandalkan oleh adik-adik dan orangtua saya. Tetapi, saya merasakan sebaliknya. Adik saya yang menjadi panutan untuk saya. Saya merasakan, bagaimana saya telah mengecewakannya berkali-kali dengan keputusan dan tindakan saya selama ini. Saya sering membuatnya marah dan ‘mengorbankan’ kebahagiaannya akibat keputusan gegabah yang saya ambil.

Teringat, sewaktu ia kecil, saya sering memarahinya. Saya merasa saya tidak pantas dipanggil kakak. Ia lebih banyak mengalah untuk saya, padahal usia kami terpaut 4 tahun. Sikap saya padanya dulu sangat tidak pantas. Saya tidak pernah mengayomi dan membimbingnya. Bahkan tak jarang saya tak peduli padanya ketika ia sakit, terkena musibah, atau bahkan ketia ia bermasalah dengan teman-teman sepermainannya. Saya sering merebut apa yang telah menjadi miliknya. Tak jarang juga saya memukulnya. Bahkan dulu saya tidak pernah mengizinkannya sekedar bersandar di pundak saya ketika ia lelah dan mengantuk. Paling ekstrim, dulu sewaktu saya kesal padanya (padahal kalau dipikir-pikir, itu salah saya), saya malah berharap tidak memiliki adik atau dengan kata lain mengharapkan dia tidak pernah ada di dunia ini.

As time goes by, saya memahami banyak hal. Mata saya terbuka lebar. Saya belajar mencintai, berbagi, menghargai, dan tau apa itu balas budi. Saya belajar banyak dari adik saya ini. Sedikitpun ia tidak mendendam pada saya. Tidak. Bahkan, yang saya rasakan adalah, cintanya begitu besar untuk saya. Saya sering tidak pernah ada untuknya, tapi ia selalu ada untuk saya. Ia tumbuh jauh lebih dewasa dan kuat dibandingkan saya. Ia melindungi saya. Setelah semua yang saya lakukan padanya. Bahkan sampai saat usia saya yang beranjak 23 tahun ini, pun, saya masih membuatnya kecewa. Lantas, apa dia marah? Tidak. Begitu sabarnya ia akan sikap saya.

Ingin rasanya malam ini saya pergi menemuinya, memeluknya, menciumnya, berterima kasih padanya, dan meminta maaf sebesar-besarnya. Sejak Papa kami pergi menghadap Sang Khaliq, ialah yang menjadi wali saya. Wali dunia-akhirat. Adik saya banyak menginspirasi saya. Dia idola ketiga saya setelah Rasulullah dan Ayah saya. Dia laki-laki luar biasa. Hebat.

Maafkan aku, Dek. Aku belum bisa mempersembahkan yang terbaik untukmu. Maafkan aku, yang masih saja mengecewakanmu, merepotkanmu, membuatmu marah dan sedih. Maafkan aku, yang gagal menjadi contoh yang baik untukmu. Ketahuilah, kekuatan cintamu lah, yang membuat aku berubah. Aku banyak belajar darimu. Aku bangga padamu. Terimakasih, untuk segala yang kamu berikan padaku. Aku banyak berhutang padamu. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku padamu, dan ridho akan pertemuan kita di JannahNya kelak. Kamu bagian dari diriku, kamu  salah satu sumber kekuatanku, kamu inspirasiku. Tanpa kamu, entah bagaimana hidupku ini. 

Ketika aku tidak menjadi tanggungjawabmu lagi, tetap tegur dan ingatkan aku apabila aku salah. Aku tau, suatu saat kamu akan menanggungjawabi wanita lain selain aku, ibu, dan adik perempuan kita. Walaupun begitu, aku ingin kita selalu dekat. Aku ingin memperbaiki kesalahanku terdahulu padamu. Belum terlambat, kan, kalau aku ingin berubah? Aku banyak berhutang padamu, adikku Sayang. Dan terimakasih, kamu masih menjadi pendengar yang baik untukku, disaat aku tak memiliki sesiapa lagi untuk bercerita.

Semoga Allah melindungimu, dimanapun kamu berada. Dan semoga Ia senantiasa memudahkan langkahmu dalam kebaikan. Hanya doa yang dapat kuberikan sekarang. 

Aku sayang padamu, Muhammad Adhe Putra. Selamanya.




Medan, 03 Juni 2013, 01:27 pagi.
Sambil menikmati rintik hujan dan udara dingin di atas tempat tidur.


Friday, 4 January 2013

TweetThis Button

How Korean Wave Affected Me (1)

Diposkan oleh Unknown di 01:57 0 komentar
Hai haiiii~ Gw kembali lagi nih. Aseli lah bbrp minggu kemaren gw lg males-malesnya nulis. Jangan ditiru, ya. Padahal jelas2 gw tempel di dinding, per hari nulis satu artikel di blog gw. Intinya, gw ga disiplin.

Langsung aja. Gw mau berbagi cerita, belakangan ini gw kena sindrom ketagihan Running Man (RM). RM itu variety show dari Korea. Lucu, parah! Sila googling sendiri yaa apa itu RM. Muehehe.

Jadi, almost 2 minggu ini tontonan wajib gw adalah RM ini. Ga ada hari tanpa RM. Dulu sempat gw berhenti nonton dan download variety show ini. Tapi entah kenapa sekarang gw rajin lagi ngedownload ini. Ya, itung2 melepas stres. Ya intinya, tiap gw nonton RM, kadar ketegangan saraf gw menurun.

Lo bayangin aja deh, gw 2 minggu 'makanannya' itu mulu. Otomatis, gw kepengaruh. Iya, gw mulai maruk (lagi) sama yang namanya makanan korea, dan karena itu juga gw sering googling artis2 korea yang jadi guest star di tiap episod RM ini. Sampe akhirnya, malem ini, tepat disaat gw mau bikin tulisan ini, gw tersentak. Berapa jam waktuyg udah gw habiskan demi googling fakta2 artis korea, budaya korea, manajemen2 artis korea, dll ini? Dari situ gw istighfar... Padahal kan dulu gw udah sempat ninggalin ini semua T_T

Ada beberapa kesimpulan yang gw dapet dari artikel2 yg gw baca tentang Korean Wave. All the K-things ini dikemasnya ciamik pisan! Liat aja, tiap videoklip k-pop, k-drama, dan sejenisnya. Outfit yang dipake artisnya bagus2, mukanya juga pada bagus, kulitnya mulus2, bodinya juga maknyus2. Para manajemen dan team tidak segan-segan bekerja 30 jam sehari (iya, saking jor-jorannya) demi hasil yang sempurna. K-things ini akhirnya pun sukses meraih hati jutaan manusia di seluruh dunia sampai mengalahkan Western things, makanya disebut Korean Wave. Sudah pasti, biaya produksinya pun sangat tinggi. Ini bakal gw bahas di episod 2 yak :p

Karena kemasan yang ciamik dan perfect (menurut gw) itulah, banyak org yang akhirnya 'tenggelam' terbawa hanyutan gelombang itu. Biasanya, yang gw amati, ekspektasi orang2 yang mengidolakan k-things itu ketinggian dan ga sesuai realita. 85% bisa gw bilang imajiner. Bahkan gw dulu sempat merasakannya. Gw maruk sama kata2 'Oppan', dan kosakata lainnya dalam bahasa korea. Iya, gw dulu tenggelam sama apa yang gw lihat. Gw bahkan sempat mati-matian dieat dan beli produk perawatan kulit biar penampilan gw sama ky mereka, langsing dan mulus. Gila? Memang! Dan tiada hari tanpa joget2 ga jelas diiringi lagu K-pop. Geez! Ya, udah pada tau lah ya, gimana perfectnya K-things ini di layar kaca. Walopun mereka almost semuanya operasi plastik dan ga natural, tetap aja dibilang perfect oleh kebanyakan orang.

Apalagi K-drama! Sukses bikin para cewe2 dan sebagian kecil cowo, hidup dalam dunia imajinasi dan tenggelam dalam fantasi, ketinggian ekspektasi! Ga terkecuali gw dulu. Gw sampe ngoleksi beberapa foto artis korea yang cakep2 dan 'innocent' dalam cerita drama. Kebanyakan nonton K-drama, saat itu gw ngerasa hidup itu ya sekedar cinta-cintaan, makanan, dan gimana caranya dapet duit banyak biar penampilan gw bisa sempurna ky mereka! Dan gilanya lagi, gw menganggap cowo yang di K-drama yg digambarkan 'innocent' dan romantis itu adalah perfect dan patut dijadikan pasangan hidup. Gw juga pernah jatuh cinta hanya karena liat cowo2 korea itu joget2 di video klipnya dan menganggap mereka itu extremely awesome. Padahal mah biasa aja. Silly me! -.-

Singkat cerita, gw kenalan lah sama cewe korea, Yvette namanya. Akhirnya kita sering komunikasi, dan jadilah gw sama dia sahabatan sekarang. Kita sering tukar pikiran. Dan gw tentunya ga lupa nanyain tentang fakta2 korea dan ngobrolin Korean Wave ini sama dia. Dia ini orangnya realistis, dan suka baca. Pengetahuannya luas. Kalo penilaian gw, dia ini bukan tipe Korean girls in common. She's different! Dia banyak cerita tentang fakta2 korea yang disembunyikan media. Dan kenapa, dia sendiri ga suka sama K-drama dan K-pop. Padahal dia sendiri co-worker MBLAQ sebagai pemain cello dan contrabass.

Nah, berhubung gw udah ngantuk berat, disambung besok yaa. Gw bakal share apa isi percakapan gw dan Yvette dan beberapa kesimpulan yang gw dapatkan setelah mengamati dan menganalisis (gaya wooooyy) all about K-things. Kalo disambung sekarang bisa aja, cuma ntar bahasanya bakal ngalor-ngidul dan tulisan gw jadi kepanjangan. Yang ada, pada eneg bacanya. -.-

Tulisan ini gw buat semata2 untuk berbagi pengalaman pribadi, kalo bisa jadi sarana menasehati ya Alhamdulillah. Kalo ngga, yaudah bawa kalem aja toh. No offense, ya, untuk para fans kokoreaan ini. Okesip. Gw tidur dlu yak. Cya, folks! ^^


Love,
@listysoesilo

Wednesday, 19 December 2012

TweetThis Button

New Best Friend

Diposkan oleh Unknown di 00:48 0 komentar
Hello, hello :)
Udah lama banget gw ga ngepost, ya. Biasalah, penyakit M dateng lagi. Malas. Wkwkwkwk.

Ga tau, deh, yaa. Belakangan ini gue lagi maruk banget sama yang namanya pertemanan. Yep, gue kemaren kan udah ngepost tentang sohib (aseeekk) baru gw yg dari Selandia Baru. Sekarang gw mau ngepost lagi tentang sahabat baru gue. Namanya Ala. Dia sih aslinya dari Tunisia. Tapi doski turunan Perancis, boo'. Doi ini native speaker Bahasa Arab dan Perancis. English skill-nya juga oke. Anaknya cakep. She's a visual kei girl, inspired by the J-Rock bands. Anaknya juga smart, jago main gitar, dan asik banget diajak ngobrol.

Yaudah, nih gw kasi bonus fotonya. Langsung aja, cekidoooottt. xD


Gimanaaa? Cakep, kaaaann? :)) Kalo gw cowo, udah naksir kali gue sama tu bocah -_-

Jadi, ceritanya kita kenalan di website pertukaran bahasa gitu. Ga tau deh, kayanya gue dluan yang nyamperin dia. Terus ngobrol2 lah kita. Bisa lo tebak, gue dan dia sukses banget ngebangun awkward situations between us! Yah namanya kita ngobrol via message gitu. Sering banget kehabisan topik pembicaraan. Hahahaha. 

Gue sama dia sama-sama fans berat segala yang berbau jejepangan. Mulai dari selera musik, visual kei style, dorama, dan kita tuh sama-sama lagi belajar bahasa jepang. Gue kira awalnya ni anak dari Jepang. Soalnya dia nulis asalnya dari Jepang di website itu. Tapi ternyata dia dari Tunisia. Gue kira dia ga bangga sama negaranya dan identitasnya sebagai warga negara Tunisia. Tapi setelah gue ngobrol sama dia, gue tau kenapa dia 'memalsukan' asal negaranya. Gomene, gue ga bisa jabarkan. It's her privacy that I have to keep :)

Akhirnya, kita berdua memutuskan untuk ngobrol langsung via Skype. Kita video chat, doooonngg. Haha. Pas gue ngobrol sama dia... Meeeeenn, anaknya asik banget nget nget nget!! Dia juga chatty dan punya banyak bahan obrolan. Jadi kita ngobrol pun enak jadinya. Rame, deh! :D

Waktu ngobrol ama dia, gue bisa ngerasa lepas. Ga tau deh, padahal baru banget kita kenal. Tapi gue langsung nyaman ngobrol ama dia. Gue bisa bebas lepas ngobrol ama dia. Beberapa kali kita ngobrol via Skype itu. Suasananya selalu hidup. Dan kita tuh kalo ngobrol bisa ampe 3 jam, dan itu ga sadar aja tau2 udah 3 jam ngobrol! XD

Pas kenalan ama ni bocah, gue udah mikir ni orang rada gimanaaa gitu dengan tampilannya yg kaya gitu. Tapi aslinya, kebalikan! GUBRAK!! Hahahahaha. Dan gw juga mikir, aneh banget dia mau ngobrol ama gue. Anaknya aslinya tertutup, ga mau ngobrol lewat video dengan orang asing, bahkan dengan cewe. Tapi pas sama gue, gue ajak video chat, dia langsung manut! Dia juga bilang, dia heran kenapa mau pidiocall ama gue. Muahahahaha.

You know what, folks? Hape gue sama dia samaan! Wkwkwkwk. Jadilah gue tanya dia pake aplikasi LINE atau nggak. Ternyata dia make. Jadilah kita bertukar ID dan ngobrol2 dari sonoh. Gue suka sama dia. Anaknya straight to the point, ga bertele-tele. Langsung jleb kalo ngomong, tapi jujur. Gue lebih seneng sama orang kaya gitu. Dan baru sama dia, orang yg gue temuin di dunia maya, yang bisa buat gue nyaman dan bisa gue percaya. Kata-katanya dia rada sarkas. Tapi meaning-nya ngena banget. Anaknya apa adanya banget. Bahkan kita vidchat dengan muka yg 'ngga banget' deh. Ga ada malu2nya. Hahahaha.

Fix. Gue akhirnya nemu sahabat dunia maya. Kalo udah gue bilang sahabat, berarti apapun siap gue bagi bareng dia. Dan waktu gue ngeliat dia, gue tuh kaya ngeliat diri gue yg dulu. Yeah yeah, I was a visual kei-styled as well. Dan baru sama dia, gue berani video chat sama orang asing tanpa pake hijab, karena gue percaya sama dia. Gayanya doang kaya gitu. Aslinya, mah, baik banget. And she's insane! For real! :p

Oi, Ala. Gue cuma berharap kita bisa ketemuan langsung suatu saat, kalo bisa sambil nongki-nongki cantik juga, dooonngg. Dan gue juga doain supaya impian lo ke Jepang bisa kesampean. Lagian gue juga mau ambil S-2 di sana, sih. Muahahaha. Yang terpenting, gue harap kita bisa longlast sahabatan, yaaaa. Akhirnya, setelah sekian bulan gue ga nemu orang yang 'klik' buat diajak ngobrol dan ngelatih kemampuan Bahasa Inggris, gue dipertemukan Allah dengan lo. Gue bisa bebas jadi diri gue didepan lo bahkan waktu pertama kali kita ngobrol. Yaaa yaaa, gue punya masalah pribadi sama orang2 baru. Kebanyakan mereka ekspektasinya ketinggian waktu ngeliat gue, jadi gue harus berperilaku sesuai dengan apa yang mereka harapkan -_____-

Sebenernya banyak banget cerita yang mau gue tulis tentang ni bocah, dan kisah gue bareng dia. Hahahaha. Kok kesannya kaya gue sama dia itu couple. -_-

Alhamdulillaah, yaa Allah. Disaat aku jengah dengan orang-orang monoton dan close-minded disekitarku, Engkau mempertemukannya dengan ku. Mahasuci Engkau yang mengatur pertemuan hamba-hambaMu tanpa bisa ku duga. Semoga Engkau terus menjaganya disana, memudahkan urusannya, dan menjaga agar ikatan persahabatan ini long lasting 'til eternity~
Aamiin.


Love,
@listysoesilo

Wednesday, 5 December 2012

TweetThis Button

New Friend

Diposkan oleh Unknown di 09:17 0 komentar
Huallo minnaaaaaaaa *lambai-lambai*.. Apa kabar? Wkwkwkwk basa-basi gitu gw. Hmmm udah lama juga ya gw ga nulis. Kalo gw lama vakum, tandanya lagi males atau lg ga pas aja mood-nya :p

Sesuai dengan judul, gw kali ini mau cerita tentang itu. Gw punya temen baru. Biasalah, ketemu di dunia maya. Hahaha XD
Dia asalnya dari New Zealand. Tadaaaaaaaaaaa.. Perkenalkan, Logan Scott Cameron! yay! *tiup terompet*

Kenapa gw exciting ceritain tentang dia? Soalnya anaknya itu cute, lucu, dan baik banget. Yaa, lo pada tau kan kalo bahasa inggris gw tu skill nya NGGA BANGET! Dan beberapa kali gw kirim message ke dia, dia itu dengan senang hati ngebantu perbaiki grammar gw. Jarang banget orang kaya gitu gw temuin. Biasanya, kan, yang ada tuh istilah "ah, ni anak ga bisa ngomong English, udah ah tinggalin". Dia itu juga udah ngebantu gw perbaiki profile gw di salah sati jejaring sosial. Gw kenal dia baru, kok. Belum nyampe sebulanan lah. Penasaran liat mukanya? Ini gw kasi satu fotonya yaa (Hey Logan. Sorry for uploading it without asked for your permission :p)




Gimana? Cute, kan? Rada creepy juga sih anaknya kadang-kadang. Haha. Gw tadinya mau nyomot foto dia yang lagi pose "creepy smile", tapi ga jadi.

Si Logan ini umurnya masih 20 tahun. Beberapa temen internasional gw yang usianya sekitar segitu, masih rada labil dan kalo ngebuat tulisan itu, isinya kebanyakan curhat dan ga penting beeeeuuuddd buat dibaca. Tapi ni bocah lain. Dia suka ngebagi tulisan yg isinya pengetahuan. Tentang grammar dalam bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, dan sedikit Tagalog. Dia ini juga suka baca. Mungkin buku-buku itu yang menjadikan dia cenderung lebih stabil dibandingkan temen-temen inter yg gw kenal. Could be :) Ah, ya. Dia itu juga punya semangat belajar yang tinggi :)

Satu hal lagi yang bikin tambah nilai plus dia dimata gw, adalah, dia ini ga suka party gitu (setau gw) dan ga suka gonta-ganti girlfriend easily. Dan dia itu suka banget ama perempuan tembem! Anaknya ga rasis, asik diajak ngobrol. Yaaa walaupun kadang gw kehabisan topik kalo ngobrol ama ni bocah. Kalo udah saling diem-diem gitu, ntar dia pasti kirim pesan "Oi, ajak gw ngobrol dong!", kira-kira gitu :p

Dia itu bener-bener ngehargain yang namanya temen tanpa pandang ras, suku, agama, dan bahkan negara. Salah satu yg bikin gw nyaman ngobrol ama dia, dia itu bahasanya sopan kalo ke gw. Mungkin karena baru kenal kali, ya, dan mungkin juga karena gw berhijab jadi dia ngejaga manner-nya. Tapi gw tau bahasanya dia kalo lagi ngobrol ama temen deketnya. Beda banget. Bersyukur deh itu kata-kata kaga dilontarin ke gw. Bisa sioookkk anak mudanya! Wkwkwkwkwk :p

Gw sama dia tiap hari ngobrol via message jejaring sosial itu. Seingat gw, ga pernah sekalipun kita skip tanpa message sesama. Halah. Ni anak sih bilangnya kalo ada yang tiba-tiba ga ngobrol ama dia sebulan tanpa pamit, tanpa permisi, dia ga bakal mau lagi ngobrol ama orang itu bahkan kalo orang itu ngajak ngobrol lagi. Serem aja, bang! (-____-")
Tapi ya, gw sih nangkepnya dia ngejaga temen, kan. Ga sekedar ngoleksi jumlah teman tapi juga menjaga kualitas hubungan sesama. How sweet!

Untuk sekarang ini, gw belum jadi best friend-nya dia. Tapi gw berharap suatu saat kita bisa sahabatan dan meet up someday :)
Sekarang ini, gw ngerasa enjoy jadi muridnya dan dia jadi tutor English gw. At least, dia udah jadi orang yang bermanfaat buat gw. Dia juga bermanfaat untuk orang lain dengan tulisan-tulisannya. Dia, masih muda, bebas, dan dewasa! :)

Hey, Logan! Gw tau lo pasti ga akan ngerti tulisan gw. Haha. Saat ini gw cuma bisa berharap Tuhan ngejaga lo, terus menjaga lo dalam keadaan sehat, dan memberi kemudahan untuk segala urusan lo, daaaaann... SUKSES, YA!! Semoga kita bisa jadi temen baik dan longlast.


Love,
@listysoesilo

Monday, 26 November 2012

TweetThis Button

Thank God I'm OUT

Diposkan oleh Unknown di 19:40 0 komentar
Jadi ceritanya kemarin (25/11), saya 'disidang' teman-teman sekosan karena ulah kucing saya. Iya, si Chibi. Berapa kali si Chibi ini loss dari pengawasan saya. Misal, pas saya pergi ke luar kota dan ditinggal di kamar. Ternyata pas saya kembali ternyata dia di luar kamar. Ya, saya kaget! Dia ternyata keluar dari lobang ventilasi pintu kosan. Caranya? Manjat baju saya yang digantung di pintu. Bah! Jadi, berulah lah dia dengan pup dan pip sembarangan di kosan. Dan berapa kali gw harus beresin.

Okay, singkatya kemarin nih si Chibi pup di sapu kosan. Temen sekosan gw manggil dan nyuruh bersihin itu sapu. Cuma karena gw lagi sibuk, gw bilang 'iya ntar gw bersihin', dan emang akhirnya gw bersihin. Berlangsunglah 'sidang' itu. Akhirnya 'muntah' tuh mereka-mereka tentang gw. Sampe soal tulisan saya yang minta bayar uang gas yang saya tempel di pintu dapur kosan, dll. Semua lah.

Tadinya saya menerima banget uneg-uneg mereka dan sepintas menyesal ternyata selama ini saya tanpa sengaja mendzolimi saudara-saudara saya di kosan ini. Tapi setelah mereka menyampaikan dengan bahasa yang, kalau kata saya, tidak berpendidikan, saya jadi pengen nangis! Sedih rasanya, sekaliber mahasiswa menyampaikan sesuatu dengan bahasa yg tidak lebih baik daripada orang yang tidak berpendidikan sekalipun. MAHASISWA, loh! Tonggak perubahan bangsa! Tapi ya bicara aja masih kurang santun.

Saya akui saya salah, tapi saya ga suka dengan 'intimidasi terselubung' dibalik kalimat-kalimat yang diucapkan. Kesannya seperti memojokkan. Saya bisa membaca, ada kepuasan pribadinya apabila ia berhasil memojokkan orang yang bersalah. Untuk kepentingan mereka, mereka sampaikan dalil-dalil Islam. Tapi gitu saya sampaikan 'kepentingan' saya, mereka membantahnya! Bahkan sampai detik ini himbauan saya tidak diindahkan. Saat saya tanya solusi yg baik dengan cara baik-baik, malah jawaban dangkal yang saya terima; "ya itu urusan lo. Mana gw tau. Lo pikirin sendiri lah!", begitu kira-kira jawaban yang saya dapatkan. Dangkal, kan? Sangat disayangkan!

Well, the things is, saya dulu seperti mereka. Saya akui. Saya dulu arogan, suka menatap orang dengan tatapan mengintimidasi, tidak mau mendengar, dan nyolot. Saya juga dulu seperti mereka. Merasa bangga dengan kehidupan 'modern', life-style yg hedon dan seperti orang kebanyakan, dan terlalu blak-blakan sampai tidak memikirkan perasaan lawan bicara saya akibat lisan yang saya lontarkan.

Saya dulu senang memamerkan aurat pada yang bukan mahram saya, kepada semua orang. Terlibat pergaulan yang diharamkan dalam Islam. Ya, itulah saya dulu. Saya melihat cerminan diri saya yang dulu ada pada mereka. "Ternyata begini, ya, saya dulu", batin saya dalam hati. Ya, menyakitkan! Menyakitkan ketika diingatkan dalam kebaikan namun dengan kata-kata yang tidak hasan. Menyakitkan, berbicara sambil melihat aurat terbuka kemana-mana. Menyakitkan rasanya diintimidasi dan diinterupsi. Oh, begini rasanya. Sakit.. Sakit.. Bahkan air mata ini tak berhenti mengalir sampai tengah malam.

Singkatnya, saya berfikir ada saja cara Allah menegur hambaNya. Mulai dari memberi kenikmatan sampai kepahitan. Hanya orang-orang berakal jernih yang bisa mengambil hikmahnya. Setelah selesai dengan mereka, saya menangis di kamar, sendiri. Saya banyak merenung. Satu sisi saya menangisi diri sendiri karena banyak mendzolimi orang dengan sikap saya yang dulu. Disatu sisi lain saya sedih dengan mereka. Mereka itu ummat Nabi Muhammad, tapi lisan, pola sikap, dan pola hidupnya jauh dari Islam. Saya tidak menjudge mereka. Tapi, hey, ayolah, semua juga tau kok bagaimana seharusnya seorang yang bertuhankan Allah dan mengakui Muhammad Saw sebagai RasulNya seharusnya bersikap dan menjalani hidupnya.

Terimakasih, Allah. Engkau mengeluarkanku dari jalan yang dulu ku kira menyenangkan. Kau keluarkan aku dari alam kegelapan, yang kusangka dahulu itu adalah jalan yang terang-benderang. Kau bukakan mata, hati, telinga, dan akal ini untuk menerima ayat-ayatMu, sementara aku lihat orang-orang disekitarku terus melakukan penyanggahan kalamMu dan dibutakan oleh nafsu. Terimakasih, ya Allah, Kau guru terbaikku. Kau berikan aku pelajaran berharga dibalik senang dan sedihku. Terimakasih, ya Allah, I'M OUT of that way, that wrong way to reach the real happiness.

Dari sini saya belajar, seorang Muslim yang jauh dari agamanya, akan rusak TOTAL. Ya, TOTAL! Standar hidupnya tidak jelas, aturan hidupnya semau gue, dan gampang labil emosinya. Karena saya dulu pun seperti itu, makanya saya berani komentar. Sikap saya dahulu jauh dari kata menyenangkan. Lama 'bertelur' dalam dunia hitam. Bahkan sempat menjadi seorang deisme atau lebih dikenal dengan istilah agnostic. Ketika saya jauh dari agama saya, perlahan tapi pasti, keimanan mulai terkikis. Ketika saya menjadi seorang deisme, saya berpendapat bodoh sekali orang-orang di dunia ini yang percaya agama dan dibutakan oleh false faith. Tapi Alhamdulillah, I'M OUT OF THAT WAY, too! Ah, masalah ini akan saya bahas di postingan berikutnya.

Intinya, ketika kita mengingatkan orang dalam kebaikan, siapapun dia, gunakanlah lisan yang baik. Karena lisan jauh lebih tajam dibandingkan belati dan paku. Siapapun lawan bicara kita, pikir matang-matang dan pertimbangkan perasaannya jika kita menggunakan kata-kata yang terlalu nyablak, apalagi sarkas. Saya pun masih belajar untuk menjaga lisan. Saya pun bukan manusia sempurna. Saya masih sering berbuat kesalahan. Saya bisa klaim diri saya sudah lebih dekat pada Allah dibandingkan saya yang dulu, bukan dibandingkan orang lain. Saya bukan cenayang yang bisa membaca isi fikiran seseorang dan mampu menebak isi hatinya. Apabila saya ada salah, tegur saya. Jangan biasakan membicarakan dibelakang. Bicarakan face-to-face, kalau memang merasa manusia berakal.





Love,
@listysoesilo

Sunday, 25 November 2012

TweetThis Button

Don't hear it, LISTEN To It!

Diposkan oleh Unknown di 21:55 0 komentar
Tadaimaaaaaaaaa XD

It's been a long time since my last post, eh? Gomen gomen, I've been lazy all this time. Boredom syndrome, I guess :p

Well, still remember what I said earlier about 'listening'? Yea, it's easy to said than done. Many people thought they're listening but in fact, they're just HEARING. There's a HUGE difference between, you know. When we're listening, we also UNDERSTAND what it means. But when we're just hearing, we'll miss many things and even become self-defending.

Many smart people (I said smart, not CLEVER) considered themselves as listener. Is it true? Sadly, it's just their imagination and their expectation of themselves. In fact, they're not even more than ignoramus. Silly.

What I'm trying to say is, please be patient and LISTEN to others whoever they are.  When someone says something to us and then suddenly there is a direct 'self-defending' reflex, be careful. It could be a sign that we are only hearing, not listening. Because when we are listening and what other person is saying is something wrong, our reflex is to fix it based on love and advise him wisely.
 
Well, you don't get my point, do you? Gomen, I'm not good at expressing my feeling through writing, I'm a verbal person. but I'll keep trying anyway.

If you're really listening, you will never ever interrupting other person with your argument impatiently. If you're really listening, you will not harass what other person says. If you're really listening, even if you do not agree with what other person is saying, you're not going to "strike back" with the words that will hurt him or make him feel cornered. If you're really listening, you will never underestimate other person, whoever it will be. And if you're really listening, you'll see others' eyes
deeply without any intimidating.
 

Well, I know it's hard. But we have to keep trying, right? If we want to be listened, we have to listen to others first. Don't let our hearts become hard, dark, our narrow then closing and our ears and our common sense. Is there anything we boast about so we don't want to listen to others? Are we knowledgeable enough? Or are we too proud of ourselves? Or do we think we're perfect and always right so we do not want to listen to others?

May Allah enlighten our hearts, our mind, and our hearing so that we become more easily listening, understanding, learning something, and become a better person each day.





Love,
@listysoesilo

Sunday, 18 November 2012

TweetThis Button

Kucing

Diposkan oleh Unknown di 12:29 0 komentar
Okay. Tadinya gw mo bikin tulisan ini dalam bahasa inggris. Tp kalo pake inggris mah, ada kata2 yg ga dapet gitu meaning-nya. Hahaha. Slang words in Bahasa tidak bisa diungkapkan dalam bahasa asing manapun. La terkataken, kalo kata orang Karo.

Well, gw ini pecinta kucing. Entah berapa puluh kali gw piara kucing. Di rumah, di kosan, bahkan di tempat yg tidak ada hak milik gw sama sekali. Gw selalu heran, kenapaaaa kucing yg gw piara itu ga pernah kalem. Grasak-grusuk mulu dah. Sekian kali gw piara kucing, ga ada seekor pun yg sifatnya kalem, anteng gitu. Btw, gw ga pernah beli kucing. Selalu mungut di jalan, di pasar, atau bahkan di warung. Huahahaha.

Ada yg bilang, sifat kucing itu ditularkan sama orang yang pertama kali memungutnya (kalo kucing kecil jalanan). Setelah gw pikir-pikir, emang iya, sih. Gw itu mungut kucing selalu pas masa kecilnya. Ga ada sejarahnya gw mungut kucing yg udah gede. Gw suka mungut kucing kecil. Gw piara, kasi makan, bobo bareng, gw mandiin, gw kasi minyak telon malah biar baunya kaya bayi. Wkwkwkwk.

Sekarang gw piara kucing, namanya Chibi. Well, ini bukan karena gw demen ama Cherybelle atau sejenisnya ya. Ntah kenapa nama "Chibi" jadi favorit gw. Chibi, dalam bahasa Jepang, artinya kecil, kecil mungil imut-imut gimanaaaa gt. Gw kasi nama itu ke kucing yg gw pungut karena emang pas gw mungut, tu kucing masih kecil dan imut-imut gimanaaaaa gt. Ntar kalo udah gede, namanya jadi Chibig. Udah gede lagi, jadi Chibigger. Udah gede lagi, jadi Chibiggest. Aneh? Ngga banget? Suka-suka gw :p

Kucing gw yg sekarang rada unik. Selain lincah, tukang gigit, tukang gelut, tukang main, tukang cakar, tukang pup di sudut kanan kloset, dan ga mau dipegang atau disentuh (sama kaya kucing-kucing gw sebelumnya), si Chibi ini punya kebiasaan unik. Dia ini jadi alarm-nya gw sekarang. Sama seperti kucing kebanyakan, kalo lg lucu, lucunyaaaaa minta ampun. Tapi kalo lg ngeselin, rasanya ni kucing pengen gw sate dah -____-

Now, here are some of the unique habits of Chibi:
  • selalu bangunin gw jam 2 pagi. Caranya? NYAKAR BETIS GW atau ngga NYAKAR KEPALA GW! *sigh* | Kalo gw ga bangun? Dia jilat-jilat idung gw, dan bahkan beberapa kali idung gw yg mancungnya ngalahin artis Bollywood ini digigit ama dia. Tp ini bagus, sbg reminder untuk ibadah malam :)
  • Ga mau bobo malem sebelum gw ngelonin dia. Selama gw ga ngelonin dia malem-malem, dia ga bakal berenti ngegrecokin gw. Mulai dari narik-narik kabel internet, mainin mouse laptop, lari sana-sini dan berantakin barang-barang di kamar, robekin kertas-kertas yg dilihatnya, atau bahkan lompat ke laptop gw dan membuat accidentally command di pengaturan laptop gw (habislah gw, mana gw gaptek lg).
  • She is very very very obsessed with the bottle seal! Tiap gw ngebuka segel dispenser, botol minuman, dia pasti standby nangkring sambil liat-liat tu plastik segel dengan mata melotot. Gitu segel gw buang ke lantai......DIA LANGSUNG NGEJAR dan ngegigit. Ujung-ujungnya pasti deh dibawa ke dalem rak buku. Walopun ni kucing lg tidur, kalo denger bunyi segel botol aja, lgsg melek dan on!
  • Demen makan serangga
  • Demen ngejer-ngejer yg terbang-terbang
  • Suka ngambeg kalo gw tinggalin lama-lama. Kalo udah ngambeg, ga mau dateng kl gw panggil, ogah disentuh ama gw, ogah bobo dikasur, dan ini bisa berlangsung sampe 2 hari! Tp teteup, kalo lagi laper, dia ngerengek ke gw. Muahahahaha

Well, that's her. I love her no matter what. Sometimes, yes, she is very annoying. But still, I won't hate her. Gimanapun juga kucing adalah makhluk kesayangan Nabi. Air bekas minumnya pun tidak membatalkan wudhu. Dan ada kisah dimana seorang wanita masuk Syurga karena ia taat pada Allaah dan memberi makan seekor kucing yang kelaparan. Gw merasa beruntung, termasuk salah satu pecinta kucing, dimana ada sebagian orang yang takut atau bahkan jijik terhadap kucing.

Chibi, I love you. Thank you for always be here for me when I'm feeling all alone. Thank you for being here when I need a friend in this lonely empty room. And Allaah, thank you for this special gift. Thank you for creating such adorable creatures named Cats. Subhanallaah wa bilhamdih..


Oh yeah, my eyes are shining, dude!
I'll scratch you! Grrrrr




 









Nap time. Hoaaahhmm










My fave spot. On Listiy's backpack.

















Sincerely,
@listysoesilo
 

Listiy's Blog © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor